Khansa…

menulis itu kristalisasi pandangan

Aksi…

Hidup Mahasiswa!!!

Hidup Rakyat Indonesia!!!

Hidup!!!!!

Gaung itu terdengar dahsyat bergemuruh di seantero jalan MT Haryono, Jakarta. Begitu pun dalam hati dan jiwa ku. Tatkala kulihat dengan penuh pratiotisme, kawanku, Ifan, mahasiswa yang berasal dari UI itu melantangkan seruan ”TOLAK PORNOGRAFI !!!” ”USIR PRODUSER CABUL” “Apa jadinya masa depan anak bangsa kita kalau sekarang mereka dicekoki Pornografi??!!!”. Setelah Ifan, ada lagi kawanku yang lain yang berorasi serupa. Seorang Akh dari BEM IPB kemudian menyambut seruan ifan dan melanjutkannya, disusul kemudian Akh Gilang dan Akh Gessa dari ITB. Setiap orasi selalu disambut dengan seruan takbir dan pekikan penuh semangat.

Semangat kami tak kalah menyengat dari sorot teriknya matahari Jakarta pukul 2 siang. Tak terasa kami sudah hampir 1,5 jam berada disana, di depan gedung LSF (Lembaga Sensor Film) Indonesia. Kulihat sudah rona kelelahan di wajah Ibu-ibu, anak mereka, juga kawan-kawanku aktivis mahasiswa. Bayangkan saja, mereka sudah sejak pukul 7 pagi bersiap dari Bandung, lalu menempuh perjalanan Bandung-Jakarta sejak pukul 9, dengan bus yang sekedarnya, penuh sesak dan hiruk pikuk. Namun tak tampak sama sekali keinginan untuk berhenti saat itu. Lelah itu tak memudarkan semangat juang mereka. Semakin lama, mereka malah terlihat semakin antusias dalam menyuarakan kebenaran. Sungguh jiddiyah yang luar biasa, padahal mereka tahu kita semua akan masih seperti ini (berlelah-lelah) sampai sepanjang hari ini.

Tak lama kemudian, muncul beberapa wakil kami dari dalam gedung bersama salah seorang petinggi LSF yang hendak menyampaikan hasil diskusi mereka di dalam. Petinggi tersebut, Pak John namanya, berkata dengan agak lirih seolah ingin meredam amarah dan flow kami yang tinggi. Tak lupa diawali dengan kalimat pujian yang kata kawanku ”basa-basi pejabat” seperti ”Kami bersyukur masih ada pemuda yang peduli pada moral bangsa ini…. bla..bla..bla…”. Tapi inti perkataannya adalah bahwa mereka mengelak dikatakan tidak konsisten menjalankan hukum penyensoran film. Padahal jelas-jelas mereka melanggar undang-undang tersebut sewaktu mereka memberi izin rilis film XL, Quicky Express, Tali Pocong Perawan, ML, dan masih banyak lagi…. Film terakhir ini yang lebih jadi sorotan kami, karena kabarnya akan diputar perdana besok, 15 Mei 2008 di bioskop-bioskop Ibu Kota.

Bantahan tersebut disambut sorakan cemoohan dari kami, kemudian danlap kami, Akh Gessa, langsung mengambil alih fokus dan berorasi kembali (langsung di depan Pak John), disusul pembacaan puisi dari Ukhti Muti, dilanjutkan oleh penegasan sikap dari pihak Ibu-ibu tentang penolakan pornografi ini. Orasi dahsyat berturut-turut ini rupanya menggentarkan hati Pak John, sebab tak lama kemudian ia meminta Gessa untuk diberi izin bicara kembali dan tak diduga ia berkata: ”Saya telah mendengar dan menyaksikan pernyataan kalian, dan saya atas nama diri saya akan mencabut izin penayangan film ML! Jika itu tidak terjadi atau saya tak berhasil melakukannya maka saya akan mengundurkan diri dari jabatan saya dan anda sekalian boleh TEBAS batang leher saya, anda semua saksinya! Saya akan mencabutnya!!!”

Kami semua tercengang sekaligus terharu mendengar pernyataan fantastik ini. Dengan serta merta, pekik takbir berkumandang dari setiap kami. Rasa haru biru memenuhi relung ini. Sebuah janji yang terikrar dan pasti dimintai pertanggung jawabannya !! ”Ingat Pak!!” tegasku dalam batin. ” Tak hanya Film ML saja, bahkan film lainnya pun yang sejenis tak akan saya beri izin!!” lanjut Pak John dengan emosional. Mendengar itu, makin harulah suasana. Beberapa ikhwah saling berpelukan, berjabat tangan, banyak pasang mata berkaca-kaca. Dan pekikan ”Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia” makin menggetarkan bumi Jakarta.

Mei 27, 2008 - Ditulis oleh khansaft | ADK, aksi, cerita cinta, inspiring story | | No Comments Yet

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar