inspiring words
Saat kejayaan adalah saat iman
saat keruntuhan adalah saat hilangnya iman
sebagaimana iman menciptakan keajaiban di alam jiwa
seperti itu juga ia menulis cerita keajaiban di alam kenyataan
Semangat dalam jiwa pun menjelma
Menjadi prestasi prestasi sejarah
Abul Hasan Ali Al Hasani Al Nadwi
(inspiring words from media_itsar)
ada-ada aj
ni cerita lucu bgt…
jd suatu malam, waktu sa lg ngajar di TPA. anak-anak pada ribut, berantem sampe ada yg nangis, bahkan waktu sholat isya pun mereka isi dengan main-main… Sa yg pd wkt itu lagi BT, menegur mereka ba’da sholat isya
“Perhatian semuanya!!!”
“Sekarang siapa yg mau main-main, lari-lari, berantem , sok aja!! silakan teteh kasih waktu 3 menit utk itu! sekarang!!”
Mendengar itu mereka makin girang dan dengan segera, perintah itu mereka kerjakan dengan senang hati. Sa jd tambah lemes… “yaa ampun… mestinya mereka sadar dong kalo sa tuh lg marah!!!” pikirku… sambil menertawai keluguan mereka dalam hati.
Setelah waktu tiga menit itu habis, sa mulai “ceramah”
“Temen-temen,… kalo kalian mau main-main, mau berantem, lari-lari, silakan , mangga aja… boleh pisan… TAPI asal jangan pas lagi sholat!! paham?!!” “Semua itu ada waktunya De!!”
“iya teh…!!!” sahut mereka
“Sekarang teteh tanya, ‘Siapa yang tadi pas sholatnya main-main??’ Ayo ngaku aja!!”
Mereka semua nunjuk-nunjuk temannya”Itu teh si itu!!” “Ini teh, si ini!!”
lalu sa tegaskan lagi”Ga boleh nunjuk-nunjuk!! harus ngaku sendiri. Siapa yg nunjuk orang, berarti teteh anggap dia ngaku!!”
sontak mereka langsung terdiam… krik krik…
Setelah beberapa saat… “iya teh, tadi saya main-main…” “iya, saya juga” disusul oleh yg lain yg mengaku juga. Mereka ada 4 orang, padahal Sa tahu sebenarnya harusnya jauh lebih banyak dari ini.
“Udah?? cuma segini aja?!!” “Udah ngaku aja, hukumannya g berat koq!!” tambahku. tapi tidak ada yang mengaku lagi
“Ya udah… untuk A Dimas, A Devi, Teh Winda, Teh Lia karena kalian telah jujur ngaku, besok Teh Lina kasih permen !”
“Tapi jangan gitu lagi ya?!!”
Mendengar kalimatku yg pertama barusan, anak-anak yg lain berlomba-lomba berkata “Saya tadi main-main” “Teh, Saya ngaku teh!!tadi main-main”… “Teh… Saya Teh!!!” “Saya!! Saya!!” Jeritan-jeritan mereka sampai memekakkan telingaku dan membuatku harus mengulang kalimat kedua “Tapi lain kali ga boleh main-main lagi ya!!!”
“Udah…udah… pengakuan yg baru teteh denger sekarang g berarti, teteh g mau terima!!” “Sekarang waktunya kita pulang…. “ISTIADAN!! DU’A-AN!!”
Pengajian hari itu pun berakhir ceria. ada nilai kejujuran yg telah coba kutanamkan. Ada juga nilai disiplin yg kuajarkan…
dan biar adil juga, besok sebelum memberi permen akan ku-”sintreuk” dulu mereka yg tadi mengaku telah main-main dalam sholat, sekalian jadi pelajaran buat yg lain… Insya Allah
-
Arsip
- Oktober 2009 (3)
- Juli 2009 (1)
- Mei 2009 (2)
- April 2009 (2)
- Februari 2009 (4)
- Januari 2009 (1)
- Desember 2008 (7)
- November 2008 (2)
- Mei 2008 (5)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS