Khansa…

menulis itu kristalisasi pandangan

Kelompok Keahlian Teknik Fisika bidang Akustik dan Fisika Bangunan

Oleh: Nurlinawati/13306059

Cakupan ilmu dalam program studi teknik fisika sangatlah luas, sehingga didalamnya terdapat banyak disiplin ilmu. Luasnya cakupan ilmu tersebut menjadi kekuatan sekaligus kelemahan bagi teknik fisika. Menjadi kekuatan karena dengan begitu berarti teknik fisika merupakan program studi yang memiliki ilmu yang lengkap, sehingga lulusannya merupakan “lulusan yang kompeten di lapangan”. Mengapa  demikian, karena secara faktual di lapangan, penerapan satu ilmu akan berkaitan dengan penerapan ilmu lainnya dan para lulusan teknik fisika telah dibekali cakupan ilmu yang luas untuk menjembatani disiplin ilmu-disiplin ilmu tersebut. Kemudian dikatakan kelemahan karena dengan luasnya cakupan ilmu yang dipelajari, akan mengurangi tingkat kedalaman pemahaman materinya. Oleh karena itu, seorang sarjana teknik fisika sebaiknya merupakan manusia pembelajar, dalam arti orang yang semangat untuk terus menerus belajar untuk memperbaiki kinerjanya. Saya pribadi merasa kurang dengan studi S1 saya dan berencana melanjutkan studi ke jenjang S2 di Teknik Fisika.

Kembali ke luasnya cakupan tadi, akhirnya dibentuklah beberapa kelompok keahlian yang menghimpun satu atau lebih disiplin ilmu yang saling berkaitan dalam satu kelompok. Salah satu bidang yang sangat saya sukai dalam kelompok keahlian teknik fisika adalah fisika bangunan dan akustik. Bidang ini terdiri dari disiplin ilmu akustik, pencahayaan, RVAC & indoor air quality , building energy conservation.

Disiplin ilmu akustik berkaitan dengan architrectural acoustics, pengendalian bising lingkungan, pemrosesan sinyal akustik, dan komputasi akustik. Dalam bidang pencahayaan, fokus penelitian yang dilakukan yaitu pada kenyamanan visual dan desain pencahayaan baik dalam maupun luar ruangan. Tidak banyak yang dapat saya utarakan mengenai pencahayaan, saya hanya mempelajari sedikit saja disini. Dalam bidang RVAC dan Indoor air quality, fokus penelitian pada desain AC, desain aliran udara dan ventilasi. Sedangkan dalam bidang Building energy conservation, fokus penelitian mencakup manajemen penggunaan energi, penghematan energi listrik dalam bangunan, serta optimalisasi penggunaan energi alami.

Diantara disiplin ilmu-disiplin ilmu diatas, yang paling saya sukai adalah disiplin ilmu akustik karena mudah dipelajari. Selain itu, ada dua hal yang membuat saya bangga memiliki disiplin ilmu akustik di prodi saya. Pertama yaitu adanya upaya meningkatkan kualitas dan konservasi musik tradisional yang dimotori oleh salah satu dosen saya yaitu Pak Komang Merthayasa. Sedangkan yang kedua yang membuat saya bangga adalah apa yang telah dilaklukan oleh Pak Joko Sarwono, yaitu berkontribusi dalam bidang hukum dan penegakan keadilan di Indonesia, dengan membuktikan secara ilmiah bahwa bukti rekaman pembicaraan yang disangkal oleh terdakwa memang merupakan suara terdakwa (ingat kasus Artalyta).

Apa yang saya tulis diatas hanya sebagian kecil dari potensi yang ada di prodi Teknik Fisika. Masih banyak potensi lain yang belum dikenal banyak orang, sehingga terkadang banyak orang yang tidak memandang prodi Teknik Fisika sebagaimana kami (stakeholder-nya) memandang. Potensi yang besar yang dimiliki program studi Teknik Fisika haruslah dikembangkan secara optimal dan diketahui oleh seluruh khalayak ramai khususnya mahasiswa Teknik Fisika itu sendiri. Dengan begitu tidak akan ada lagi mahasiswa Teknik Fisika tingkat awal yang merasa salah masuk jurusan tanpa mengetahui betapa besar potensi yang akan dimilikinya kelak sebagai lulusan Teknik Fisika ITB.

 

Bandung, 9 Desember 2010

 

Catatan :

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas Kapita Selekta

Desember 9, 2010 Posted by | inspiring story | 1 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.